Senin, 19 Januari 2015

UNTUKMU WANITA MUSLIMAH


Saudariku….


Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga,


Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam,


Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….


Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan………….yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….


Saudariku ...


Pakailah jilbab agar kesucianmu terjaga dan engkau dikenal sebagai wanita baik-baik


“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)


“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)


“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)


Saudariku….


Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…


 Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…


Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga.  Dan islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga.Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya




Saudariku,


Muslimah Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu Menundukan mata mata lelaki yang mencoba menaklukannya.


Saudariku..


Tidak semua wanita berjilbab itu soleha, tapi wanita soleha itu pasti berjilbab . jika hidup ini pilihan pilihan, kenapa hanya sedikit wanita yg memilih untuk menjadi wanita sholehah yang hidupnya dikagumi dunia dan di nanti syurga?Jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu mudah. Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah. Dan jika, Berjilbab itu wajib,. Bukan berarti wanita bisa seenaknya pamer aurat dan mengatakan aku belum siap. Wajib tetap harus dilaksanakan dan dosa tetap ditulis. Dan ini Ketetapan Allah.


Saudariku…….


Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir.Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, berderma,berpuasa, memakai hijab.Takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya.Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridaan.Sedangkan perempuan kafir, suka memamerkan kecantikannya, jahiliah, naïf,suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan religiusitas.


Wahai Saudariku,…… agar engkau menjadi wanita terelok di dunia


Engkau dengan segala yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain. Dengan Kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari. Dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak misk.Dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada rembulan.Dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan. Maka jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dengan puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab. Hingga engkau menjadi wanita terelok di dunia.


Ketahuilah bahwa perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang subuh ,dahagamu ditengah hari yang panas karena puasa, dermamu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, air mata taubat dan sujudmu dikeheningan malam. Emasmu adalah agamamu,perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.Pakailah pakaian takwa, niscaya engkau akan menjadi wanita tercantik didunia.




Saudariku..  Jadilah engkau seperti kupu-kupu,


Jadilah engkau seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung kepada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga lain, dari satu taman ke taman lain. Lihatlah… dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang. Atau jadilah engkau seperti lebah yang selalu makan sesuatu yang baik dan mengeluarkan yang baik pula, jika ia hinggap diatas tangkai tidak mematahkan, menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, mengeluarkan madu,terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Itulah ibarat wanita yang lembut, perempuan sejati, yang kehadiran dan kedatangannya membawa keindahan dan sejuta manfaat, tidak ada yang tersakiti orang lain melalui perbuatan maupun lisannya.


Saudariku,


Semoga engkau menjadi permata yang berkilauan. Yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak. Yang menyadari kemuliannya. Yang menundukkan pandangannya, memelihara auratnya. Yang teguh menjaga kehormatan dan kesuciannya.




Saudariku….Karena tampilan fisik bukanlah segalanya.


Ibnu Qoyyim dalam bukunya ‘taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu menulis bahwa “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih elok rupanya  memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tubuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.’


Kalau bahasa ringkasnya, ‘kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.’


Dalam sebuah hadist Rasullullah mengatakan.. nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama.”


Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (An-Nur 26).


Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.


Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.


Saudariku… Wanita sholeha adalah Bidadari Dunia


Allah telah dengan begitu Indahnya mengibaratkan, bahwa salah satu ciri bidadari adalah tidak pernah disentuh, kesuciannya terjaga dan sopan. Wanita shaliha bukan hanya mereka yang berwajah cantik namun juga wanita yang kecantikannya terpancar dari aura hatinya, matanya terjaga dari hal hal yang diharamkan syariat, pandangannya menyejukan mata sang suami, tidak pernah membantah suami yang menuntunnya menapaki jejak jejak Assunnah dan patuh terhadap Al Qur’an. Menjadi penyemangat dikala suami kalah dan lelah, Berdiri tegak mendampingi suami dalam masa masa sulit, berada disisinya disetiap suasana. Menjadi penghibur dikala gelisah, dan menjadi Alarm dikala lelapnya fajar membuai, mengingatkan suami tercinta dengan percikan air Wudhu di wajahnya.Sungguh Kebahagiaan Memiliki wanita salihah, Hingga manusia menggambarkannya sebagai bidadari.




Wahai saudariku………..Sambutlah salam dan penghormatan…..


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan patuh dan penuh kosentrasi.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang memakai hijab karena rasa malu dan untuk menjaga kehormatan dan keteguhan hati.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesadaran dan kelurusan hati.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu menepati janji, dipercaya, dan jujur.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu bersabar, mawas diri, dan bertobat.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu berdzikir, bersyukur dan berdoa.


Selamat dan  salut buat saudariku……….yang menjadikan Asiyah, Maryam, Khadijah dan Aisyah sebagai panutannya.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang melahirkan dan mendidik para pahlawan, dan mencetak laki-laki yang terhormat.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu takut dan menjauhi apa-apa yang diharamkan oleh Allah.


Selamat dan  salut buat saudariku………..yang sabar untuk menanti datangnya pedamping hati, yang selalu memperbaiki diri, dan selalu menjaga kehormatan diri dan kemuliaaannya.




Wahai saudariku……Ya untuk segala keutamaanmu……………..


Ya….untuk senyum indahmu yang membangkitkan cinta dan memberikan kasih sayang pada orang lain.


Ya….untuk kata-kata baikmu yang membangun persahabatan dan menjauhkan rasa dengki.


Ya….untuk derma yang membahagiakan si miskin, menyenangkan orang fakir, dan mengenyangkan perut yang lapar.


Ya….untuk tadarus Al-Qur’anmu, merenungi dan memahami kandungannya serta mengamalkannya dalam kehidupanmu sehari-hari.


Ya….untukmu yang mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah Nabimu dan memberi petunjuk tentang apa-apa yang bermanfaat bagi mereka.


Ya….untuk rasa malu dan hijab yang diperintahkan oleh Allah. Itulah cara untuk selalu terjaga dari pandanagan kotor.


Ya….untuk bergaul dengan wanita baik-baik yang selalu takut kepada Allah, mencintai agama, dan menghormati nilai-nilai agamanya.


Ya….untuk berbuat baik kepada kedua orangtua, menyambung persaudaraan, menghormati tetangga, dan menyantuni anak yatim.




Saudariku……………katakan tidak dan selamat tinggal untuk segala keburukan………


Tidak….untuk usiamu yang habis untuk hal-hal yang tidak perlu, remeh. Serta menyibukkan engkau dari cita-cita besarmu….


Tidak….untuk selalu mencari-cari kesalahan dan menggunjing orang lain serta melupakan kesalahan dan aib diri sendiri.


Tidak… untuk tengelam dari fatamorgana dunia, mengikuti mode-mode wanita barat, tenggelam dalam nyanyian-nyaian cengeng sehingga melupakan Al-Qur’an, bacaan-bacaan murahan, film-film yang melenakan yang didalamnya tidak ada nilai kebaikan.


Maka Sekali lagi saudariku……….


Engkau telah mulia dengan menjadi seorang muslimah……….


Wanita muslimah ibarat bintang yang berkilauan dilangit dan menerangi kegelapan…..


Sedangkan perempuan-perempuan kafir ibarat lumpur didasar lautan yang hanya bisa mengotorkan kakimu…….


Sungguh perbandingan jauh antara wanita mukminah dengan wanita kafir….


Engkau, dengan segala keutamaan yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain……


Dalam keadaan bagaimanapun, engkau beruntung.


Cukuplah. Wanita itu sangat mulia, karena ibunda Nabi Muhammad saw juga seorang wanita, yang dirahimnya lahir seorang laki-laki teragung di jagad raya ..…








Sabtu, 17 Januari 2015

JANGAN PERNAH MENCINTAI ORANG YANG MENINGGALKAN ALLAH

       Sebagian pemuda mencari kebahagiaan dengan cara melakukan sesuatu yang diharamkan allah dan rosulnya,seperti pacaran, bermusik, meminum khamr dan lain lain. akan tetapi bukan kebahagiaan yang didapat malah kesengsaraan, kesedihan, putus asa, galau dan rasa cemas yg selalu menghantui. Mengapa demikian? Ya tentu saja karena kebahagiaan dan ketenangan itu datangnya dari allah, maka dari itu untuk mendapatkan kebahagiaan yg haqiqi kita harus mentaati allah, bukan malah maksiat kepadanya.
 
Allah azza wajalla berfirman,”yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat allah. Ingatlah hanya dengan mengingat allah-lah hati menjadi tenteram.”(ar ro’d : 28)
 
Ibnu qoyyim rahimahullah berkata,”ibadah kepada allah, ma’rifat, tauhid, dan syukur kepadanya itulah sumberkebahagian disetiap hati manusia. Itulah kelezatan tertinggi bagi hati. Kenikmatan terindah yang hanya akan diraih oleh orang-orang yang layak mendapatkannya...”(adh-dhau al-munir ‘ala at-tafsir [5/97])
 
Tonggak-tonggak kebahagian itu ada tiga perkara:
 
1.      Bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepadanya
 
2.      Bersabar dalam menghadapi segala macam musibah yang menimpa
 
3.      Memohon ampunan dari dosa-dosa yg dilakukan
 
Demikian tanda-tanda kebahagiaan pada diri seorang hamba, sebagaimana yang diungkapkan oleh syaikh muhammad attamimi dalam mukadimah risalah beliau al-qawaidul arba dan telah diutarakan sebelumnya oleh ibnul qayyim dibagian awal kitabnya al-wabil ash shayyib wa rafi’ al-kalim ath-thayyib.
 
Syakhul islam ibnu taymiyah berkata,”seorang hamba senantiasa berada diantara kenikmatan dari allah yang mengharuskan syukur atau dosa yg mengharuskan istighfar. Kedua hal ini adalah perkara yang selalu dialami setiap hamba. Sebab dia senantiasa berada didalam curahan nikmat dan karunia allah dan senantiasa membutuhkan taubat dan istighfar.”(mawaizh syaikhil islam ibni taimiyah, hal 87)
 
Intinya jika ingin mendapatkan kebahagiaan kita harus meraihnya dengan cara yang diridhoi allah begitu pula dalam mencari pasangan. carilah pasangan yang taat kepada allah azza wajalla, Jangan cari pasangan yang durhaka kepada allah.
 
“jangan pernah mencintai orang yang tidak mencintai allah, allah saja ia tinggalkan, apalagi engkau?”(imam syafi’i)
 
Dari perkataan imam syafi’i tersebut kita akan mendapatkan sesuatu kebenaran yang masuk akal dan logika, bagaimana bisa kita mencintai orang yang meninggalkan allah? Allah saja yang memberi kehidupan, rezeki dan nikmat saja ia tinggalkan apalagi engkau? Mungkin jika ada yg lebih baik darimu dia juga akan meninggalkanmu.
 
Mungkin seseorang yg taat kepada allah tidak tampan, tidak gagah dan tidak kaya, akan tetapi percayalah itu jauh lebih baik dari pada seseorang yg kaya, tampan dan gagah akan tetapi kafir kepada allah.
 
Bagaimana bisa orang taat kepada allah tetapi “tidak sempurna” masih jauh lebih baik dari orang yang kafir kepada perintah allah tetapi “sempurna”? tentu saja bisa karena allah berfirman :
 
“Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baiknya mahluk”.(al bayinah,98: 7-8)
 
Hal ini menunjukan bahwa orang yg taat kepada allah masih jauh lebih baik dari pada orang yg tidak jelas kelakuanya walaupun terlihat sempurna, bahkan abu huraira dan ulama lain berpendapat orang yang beriman lebih utama dari para malaikat berdasarkan ayat yang mulia ini.
 
Logikanya orang yang taat kepada allah itu bisa jauh lebih setia kepada pasangannya. Karena orang yang beriman itu sebelum dia melakukan sesuatu pasti dia menimbang dulu kepada alqur’an dan sunnah dan berfikir matang-matang sebelum melakukan sesuatu, dan sangat berbeda dengan orang yg ahli maksiat pasti lebih sembrono dan gegabah dalam melakukan sesuatu.
 
Masih mau dengan orang yang durhaka dengan alasan cinta?
 
Berfikirlah yang jernih jangan pake nafsu semata.