Sabtu, 17 Januari 2015

JANGAN PERNAH MENCINTAI ORANG YANG MENINGGALKAN ALLAH

       Sebagian pemuda mencari kebahagiaan dengan cara melakukan sesuatu yang diharamkan allah dan rosulnya,seperti pacaran, bermusik, meminum khamr dan lain lain. akan tetapi bukan kebahagiaan yang didapat malah kesengsaraan, kesedihan, putus asa, galau dan rasa cemas yg selalu menghantui. Mengapa demikian? Ya tentu saja karena kebahagiaan dan ketenangan itu datangnya dari allah, maka dari itu untuk mendapatkan kebahagiaan yg haqiqi kita harus mentaati allah, bukan malah maksiat kepadanya.
 
Allah azza wajalla berfirman,”yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat allah. Ingatlah hanya dengan mengingat allah-lah hati menjadi tenteram.”(ar ro’d : 28)
 
Ibnu qoyyim rahimahullah berkata,”ibadah kepada allah, ma’rifat, tauhid, dan syukur kepadanya itulah sumberkebahagian disetiap hati manusia. Itulah kelezatan tertinggi bagi hati. Kenikmatan terindah yang hanya akan diraih oleh orang-orang yang layak mendapatkannya...”(adh-dhau al-munir ‘ala at-tafsir [5/97])
 
Tonggak-tonggak kebahagian itu ada tiga perkara:
 
1.      Bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepadanya
 
2.      Bersabar dalam menghadapi segala macam musibah yang menimpa
 
3.      Memohon ampunan dari dosa-dosa yg dilakukan
 
Demikian tanda-tanda kebahagiaan pada diri seorang hamba, sebagaimana yang diungkapkan oleh syaikh muhammad attamimi dalam mukadimah risalah beliau al-qawaidul arba dan telah diutarakan sebelumnya oleh ibnul qayyim dibagian awal kitabnya al-wabil ash shayyib wa rafi’ al-kalim ath-thayyib.
 
Syakhul islam ibnu taymiyah berkata,”seorang hamba senantiasa berada diantara kenikmatan dari allah yang mengharuskan syukur atau dosa yg mengharuskan istighfar. Kedua hal ini adalah perkara yang selalu dialami setiap hamba. Sebab dia senantiasa berada didalam curahan nikmat dan karunia allah dan senantiasa membutuhkan taubat dan istighfar.”(mawaizh syaikhil islam ibni taimiyah, hal 87)
 
Intinya jika ingin mendapatkan kebahagiaan kita harus meraihnya dengan cara yang diridhoi allah begitu pula dalam mencari pasangan. carilah pasangan yang taat kepada allah azza wajalla, Jangan cari pasangan yang durhaka kepada allah.
 
“jangan pernah mencintai orang yang tidak mencintai allah, allah saja ia tinggalkan, apalagi engkau?”(imam syafi’i)
 
Dari perkataan imam syafi’i tersebut kita akan mendapatkan sesuatu kebenaran yang masuk akal dan logika, bagaimana bisa kita mencintai orang yang meninggalkan allah? Allah saja yang memberi kehidupan, rezeki dan nikmat saja ia tinggalkan apalagi engkau? Mungkin jika ada yg lebih baik darimu dia juga akan meninggalkanmu.
 
Mungkin seseorang yg taat kepada allah tidak tampan, tidak gagah dan tidak kaya, akan tetapi percayalah itu jauh lebih baik dari pada seseorang yg kaya, tampan dan gagah akan tetapi kafir kepada allah.
 
Bagaimana bisa orang taat kepada allah tetapi “tidak sempurna” masih jauh lebih baik dari orang yang kafir kepada perintah allah tetapi “sempurna”? tentu saja bisa karena allah berfirman :
 
“Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baiknya mahluk”.(al bayinah,98: 7-8)
 
Hal ini menunjukan bahwa orang yg taat kepada allah masih jauh lebih baik dari pada orang yg tidak jelas kelakuanya walaupun terlihat sempurna, bahkan abu huraira dan ulama lain berpendapat orang yang beriman lebih utama dari para malaikat berdasarkan ayat yang mulia ini.
 
Logikanya orang yang taat kepada allah itu bisa jauh lebih setia kepada pasangannya. Karena orang yang beriman itu sebelum dia melakukan sesuatu pasti dia menimbang dulu kepada alqur’an dan sunnah dan berfikir matang-matang sebelum melakukan sesuatu, dan sangat berbeda dengan orang yg ahli maksiat pasti lebih sembrono dan gegabah dalam melakukan sesuatu.
 
Masih mau dengan orang yang durhaka dengan alasan cinta?
 
Berfikirlah yang jernih jangan pake nafsu semata.
 
 
 
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar